a.
Manfaat diturunkannya Al-Qur’an
Allah
menciptakan manusia dengan kegelisahan, tetapi Allah adalah dzat yang maha
pengasih lagi maha penyayang sehingga Allah juga menciptakan obat/penawar bagi
kegelisahan tersebut. Alqur’an-lah yang diturunkan ke dunia ini sebagai
obat/penawar dari kegelisahan manusia selama hidup di dunia yang fana’ ini.
Sebagaimana firman-Nya dalam surat Yunus :57
“Hai manusia,
Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi
orang-orang yang beriman” (Yunus:57)
Semua
manusia di dunia ini mayoritas menginginkan jadi kaya dan terkenal, tetapi
terkadang bagi beberapa orang yang sudah menjadi kaya dan terkenal mereka
merasa bahwa itu bukanlah tujuan akhir dari hidupnya. Seperti yang telah
diutarakan oleh salah satu tokoh musisi dunia George Harrison, yang berkata : Semua orang bermimpi untuk
menjadi kaya dan terkenal, Setelah
menjadi kaya dan terkenal anda akan merasa bukan ini dan itulah yang membuat
saya tetap berjalan untuk menemukan jawaban.pada akhirnya anda akan berusaha
mencari Tuhan.
b.
Fadhilah (Keutamaan) orang yang
membaca Al-Qur’an
Orang yang membaca
Al-Qur’an diberi ketenangan batin beserta rahmat dari Allah swt, sebagaimana
yang telah disampaikan Nabi Muhammad saw dalam sebuah hadits:
“Tidak semata-mata berkumpul satu kaum di rumah
Allah yang dibacakan di dalamnya kitabullah dan difahami maknanya, kecuali
malaikat turun, akan diberikan rahmat, diberikan ketenangan batin dan nama-nama
orang itu disebut-sebut oleh penduduk langit.” (HR. Muslim)
c.
Fenomena pembaca Al-Qur’an di Indonesia
1.
Berapa
banyak umat Islam Indonesia yang memiliki Al-Quran ?
2.
Berapa
banyak umat Islam Indonesia yang membaca Al-Quran setiap hari ?
3.
Berapa
banyak umat Islam Indonesia yang bisa memahami dan menghayati ayat Al-Quran ?
4.
Berapa
banyak umat Islam Indonesia yang sudah mengamalkan kandungan dan pesan Al-Quran
?
Allah mengancam
bagi orang-orang yang mengabaikan Al-Qur’an dengan siksa yang pedih. Sebagaiman
firman Allah swt dalam Al-Qur’an:
“Dan barangsiapa
berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit, dan Kami
akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam
keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah
berfirman: Demikian-lah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya,
dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.”
(Thaha: 124-126)
d.
Fadhilah (Keutamaan) orang yang
belajar dan mengajarkan Al-Qur’an
Orang yang mau
untuk mengajarkan Al-Qur’an adalah sebaik-baiknya manusia di dunia ini,
sebagaimana sabda nabi Muhammad s.a.w:
Rasulullah bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar
& mengajarkan AL Qur’an”
( HR Al Bukhari -dari Utsman bin Affan)
( HR Al Bukhari -dari Utsman bin Affan)
Tidak perlu khawatir apabila kita masih terbata-bata untuk melantunkan
ayat suci Al-Qur’an sebab Allah swt masih tetap memberi pahala yang indah bagi
semua pembacanya. Rasulullah saw, bersabda: “Orang yang membaca Al Qur’an dan dia lancar
membacanya akan bersama para malaikat yang mulia dan baik. Dan orang yang
membaca Al Qur’an dengan terbata-bata,
ia mendapatkan dua pahala “ (Muttafaq
alaih dari Aisyah ra)
e. Cara-cara memanfaatkan Al-Qur’an
1. Membacanya
2. Merenungi maknanya
3. Menghafalnya
4. Mengaplikasikannya
5. Menyampaikannya
f.
Kesimpulan
Berdasarkan semua bahasan di atas oleh karena itu, marilah kita jadikan
Al-Qur’an sebagai imam sekaligus sahabat yang akan selalu ada dikala kita
senang maupun duka. Barangsiapa yang hidupnya selalu dihiasi oleh firman-firman
Allah swt maka dia akan selalu berada di jalan yang lurus.
Rasulullah bersabda : Bacalah Al Qur’an
sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat
(HR Muslim dari Abu Umamah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar